Untuk mengurangi hambatan masuk dan menskalakan sesuai permintaan, 3dEYE beralih ke AWS, dan memutuskan untuk melakukan kontainerisasi pada beban kerjanya menggunakan Amazon Elastic Container Service (Amazon ECS).
Penyedia pengawasan video murni berbasis cloud, 3dEYE, ingin menyederhanakan proses instalasi bagi para pelanggannya dengan membangun arsitektur yang dapat menskalakan dan fleksibel di cloud. Karena banyak dari pelanggannya menggunakan perangkat keras atau peralatan on-premises mereka sendiri, 3dEYE juga mencari rangkaian solusi yang mendukung infrastruktur hibrida dan menangani data streaming berkelanjutan dalam jumlah besar dari lebih dari 50.000 pelanggan.
Untuk mengurangi hambatan masuk dan melakukan penskalaan sesuai permintaan, 3dEYE beralih ke Amazon Web Services (AWS), dan memutuskan untuk melakukan kontainerisasi pada beban kerjanya menggunakan Amazon Elastic Container Service (Amazon ECS), layanan orkestrasi kontainer yang dikelola sepenuhnya yang memudahkan bisnis untuk menerapkan, mengelola, dan menskalakan aplikasi dalam kontainer. Melalui kontainerisasi beban kerjanya, 3dEYE telah menerapkan lingkungan hibrida yang dapat mendukung streaming video langsung hingga 200 Gbps. Perusahaan ini juga telah mengurangi waktu penerapan dan dapat lebih memfokuskan upaya mereka pada inovasi dan pengembangan produk sejak bekerja di AWS.
Menggunakan AWS, kami tidak lagi khawatir tentang penambahan pelanggan, kamera, atau perangkat baru karena semuanya langsung berfungsi secara real-time.
Slava Hrytsevich
Chief Executive Officer dan Pendiri, 3dEYE
Didirikan pada tahun 2014, 3dEYE adalah solusi perangkat lunak video sebagai layanan (SaaS) murni berbasis cloud yang mengatasi ketergantungan perangkat keras dan mendukung hampir semua protokol internet atau kamera Network Video Recorder (NVR). Pelanggan 3dEYE dapat menerapkan dan menskalakan bisnis cloud siap pakai tanpa investasi di muka menggunakan analitik kecerdasan buatan, administrasi berlapis, dan penagihan.
3dEYE awalnya mengelola pusat data dan servernya sendiri, yang membutuhkan waktu dan sumber daya yang signifikan untuk pemeliharaannya. Selain itu, perusahaan harus mengerahkan sumber daya untuk menginstal, memelihara, dan meningkatkan layanan pengawasan dan video secara manual bagi pelanggan yang menggunakan cloud pribadi. Seiring pertumbuhan perusahaan, 3dEYE ingin memperluas layanan keamanan siber tanpa harus mengelola infrastruktur dan menyederhanakan proses instalasi bagi pelanggannya.
Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan menjajaki berbagai solusi cloud, dan pada tahun 2016, 3dEYE menguji coba Amazon ECS pada proyek bukti konsep (proof-of-concept), yang membantu menentukan bagaimana kinerja solusi tersebut. Setelah membandingkannya dengan solusi lain yang tersedia di pasar, perusahaan beralih sepenuhnya ke layanan AWS pada tahun 2018.
Pada tahun 2021, 3dEYE menerapkan Amazon ECS Anywhere, sebuah fitur dari Amazon ECS yang memungkinkan pengguna menjalankan beban kerja kontainer dengan mudah pada infrastruktur yang dikelola pelanggan, guna mendukung pelanggannya dengan infrastruktur hibrida secara lebih baik. “Menggunakan Amazon ECS Anywhere menyelesaikan semua masalah ini dengan mengintegrasikan server on-premises secara lancar ke dalam infrastruktur AWS yang ada,” ujar Slava Hrytsevich, chief executive officer dan pendiri 3dEYE. “Amazon ECS Anywhere secara drastis mengurangi keterlibatan kami dalam pemantauan dan manajemen sehari-hari untuk instalasi on-premises, sehingga membebaskan sumber daya untuk melanjutkan ke hal berikutnya.” Pelanggan perusahaan menyukai pendekatan hibrida ini karena mereka dapat menggunakan infrastruktur yang sudah ada sekaligus memiliki akses ke teknologi terkini. Menggunakan Amazon ECS Anywhere, 3dEYE mengurangi waktu penerapan hingga 90 persen. Proses orientasi (onboarding) pelanggan telekomunikasi baru yang tadinya memakan waktu hingga 40 hari, kini menjadi kurang dari 1 minggu.
Selain skalabilitas, 3dEYE membutuhkan kinerja tinggi untuk mendukung sekitar 200 Gbps data untuk streaming video langsung secara berkelanjutan. “Dengan jumlah kamera yang kami dukung, kami memproses hampir 300 juta event per hari,” kata Hrytsevich. “Di AWS, kami dapat melakukan penskalaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut tanpa masalah komputasi, penyimpanan, atau jaringan.”
Dengan beralih sepenuhnya ke layanan AWS, 3dEYE mampu menekan biaya komputasi dan fokus pada inovasi. Perusahaan mengalokasikan kembali 30 persen stafnya dari dukungan IT ke pengembangan produk, tempat mereka dapat memberikan dampak langsung kepada pelanggan. 3dEYE juga dapat mencoba layanan tanpa komitmen berkelanjutan, dan hanya membayar untuk data serta bandwidth yang dibutuhkannya. “Dengan menggunakan AWS, kami dapat berkonsentrasi penuh pada produk kami,” ujar Hrytsevich.“Kami dapat mengembangkan dan menghadirkan fitur dengan lebih cepat tanpa perlu memprediksi infrastruktur yang kami perlukan karena kami tidak terikat untuk membayar layanan di muka.”
3dEYE berencana untuk menghubungkan perangkat keras dan perangkat baru ke Amazon ECS Anywhere seiring dengan ekspansi perusahaan yang terus berlanjut ke dalam perangkat keras yang terhubung ke cloud dan layanan keamanan siber. “Menggunakan AWS, kami tidak lagi khawatir tentang penambahan pelanggan, kamera, atau perangkat baru karena semuanya langsung berfungsi secara real-time,” ujar Hrytsevich.